Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Desa Kedokan Bunder Indramayu yang Asri dan Ramah Penduduk

Adakah yang tinggal di Jawa Barat khususnya Indramayu? Maka ulasan mengenai mengenal Desa Kedokan Bunder Indramayu yang asri dan ramah penduduk ini wajib untuk di simak. Desa yang berbatasan dengan beberapa wilayah di Jawa Barat ini memanglah cukup unik dengan segala keindahan alam dan kekompakan warganya. Berbatasan dengan Karangampel, Krangkeng, Kertasemaya dan Jatibarang membuat desa satu ini kaya akan percampuran kebudayaan dan kekayaan lokal sosial masyarakat.

Mengenal Desa Kedokan Bunder Indramayu yang Asri dan Ramah Penduduk
Kecamatan Kedokan Bunder


Meski berbatasan dengan banyak daerah namun masyarakat di daerah ini dapat berbaur dengan baik dan saling berkesinambungan. Ada silsilah dan asal usul panjang mengenai desa satu ini yang ada di Indramayu. Bagaimana detail lebih dalam mengenai desa Kedokan ini? Yuk simak ulasannya sebagai berikut!

Sejarah Singkat Desa Kedokan

Menurut berbagai sumber sejarah dari desa Kedokan yang terletak di Indramayu ini memiliki cerita yang panjang. Nama daerah tersebut berasal dari dua suku kata yaitu Kedodok (Terduduk) dan Bunder atau Bundar. Asal usul nama tersebut diambil dari peristiwa Nyi Mas Ratu Kawunganten dengan musuhnya Jiou Phak yang mana sang musuh Jiou harus sekarat dan kalah dalam keadaan terduduk serta darahnya membentuk bekas bundar.

Sebelum menjadi sebuah desa yang mahsyur untuk ditinggali, wilayah ini dulunya adaah sebuah hutan dengan nama Hutan Lebak Sungsang. Cerita mengenai Hutan Lebak Sungsang ini bisa dibaca pada kisah Babad Alas Lebak Sungsang yang mana didalamnya juga mengkisahkan mengenai perjuangan Islam masuk ke Jawa Barat. Tokoh yang berjasa dan terkenal dalam sejarah wilayah ini adalah Nyi Mas Ratu Kawungaten yang telah berani lahan dan babad tanah. 

Majunya Program dan Kegiatan Desa Kedokan Indramayu

Tak hanya berdasar sejarah masa lalunya yang penuh makna dan perjuangan, wilayah di desa Kedokan ini juga memiliki berbagai program modern yang maju lho. Kegiatan desa dan wisatanya juga wajib menjadi perhatian khalayak, apa saja kira-kira?

·         Wisata Alam yang Beragam

Kelebihan dari Desa Kedokan Bunder ini yang pertama adalah memiliki wisata alam yang beragam. Mulai dari Hutan Mangrove Pantai Lestari Karangsong, Bukit Batu Sepur, Curug Ciwaru, Curug Cipeteuy hingga Taman Dinosaurus. Tak hanya itu saja ada wisata Gunung Selok dan Cikadondong River yang bisa jadi destinasi pilihan.

·         Kegiatan Desa yang Aktif

Tak hanya dari wisatanya, kegiatan desa dan pemuda di wilayah ini tergolong aktif. Website daerahnya secara aktif mengunggah berbagai kegiatan seperti rapat pembangunan atau lainnya. Tak hanya itu insfratruktur jalan yang memadai juga bisa menjadi salah satu desa percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.

·         Kultur Masyarakat yang Ramah

Selain beberapa keunggulan di atas, Desa Kedokan Bunder juga memiliki kecenderungan kultur masyarakat yang ramah terhadap pelancong atau orang luar daerah. Masyarakatnya cenderung mudah berbaur dan memberikan berbagai informasi penting jika dibutuhkan misalnya terkait lokasi wisata atau lainnya. Ketika berkunjung ke wilayah ini jadi tidak perlu takut tersesat atau kebingungan karena ada penduduk ramah yang bisa Anda mintai informasi.

Nah itulah di atas adalah uraian ringkas mengenai Desa Kedokan Bunder yang terletak di Indramayu Jawa Barat yang memiliki alam yang asri dan penduduk yang super ramah. Secara aktif, desa satu ini juga banyak menggalangkan kegiatan pengembangan desa dari berbagai sektor khususnya pariwisata ke khalayak luas. Bahkan desa yang terletak di Indramayu ini juga aktif membagikan kegiatan sosial kemasyarakatan mereka ke sosial media yang mana bisa bisa dicontoh oleh desa lain di Indonesia.

Terima kasi sudah menyimak artikel kami yang berjudul Mengenal Desa Kedokan Bunder Indramayu yang Asri dan Ramah Penduduk. Saksikan artikel yang lainnya hanya di kedokan.com

Posting Komentar untuk "Mengenal Desa Kedokan Bunder Indramayu yang Asri dan Ramah Penduduk"